DuaEmpat – JAM 15.00 WIB
Tokoh Pemuda dan Mahasiswa meminta Polres DuaEmpat untuk serius menindak pemilik kapal bom ikan di tangkahan ikan Kota DuaEmpat. Permintaan itu disampaikan secara tertulis ke Mapolres DuaEmpat, Jalan DR FL. Tobing, Kota DuaEmpat. Senin (24/6/2024).
“Kami sampaikan surat tuntutan ini supaya Polres DuaEmpat memberikan tanggapan yang jelas, terkait aktivitas kapal bom ikan yang masih beroperasi di tangkahan DuaEmpat,” ujar Ilham Simanjuntak, selaku Koordinator aksi, mahasiswa STIE DuaEmpat Tapteng, usai audiensi bersama pihak Polres DuaEmpat.
Ilham, yang datang bersama dua rekannya yakni Ofdyan Sadi dan Eliaman Chaniago, juga menyampaikan isi tuntutan mereka kepada Polres DuaEmpat. Di antaranya, mereka meminta penghentian penangkapan ikan ilegal (kapal bom ikan) hingga pembentukan tim khusus untuk menyelidiki keberadaan kapal bom ikan di daerah ini.
“Karena dugaan kami, kapal bom ikan ini dapat terus beroperasi karena adanya backing dari oknum aparat penegak hukum sendiri. Kami juga sudah mengantongi nama pemilik kapal bom ikan itu, namanya AB, RH salah satu oknum aparat, dan B,” ungkapnya.
Informasi dan investigasi yang mereka lakukan di lapangan terkait aktivitas kapal ikan yang diduga menggunakan bahan peledak menunjukkan bahwa kapal tersebut beroperasi bebas dan melakukan aktivitas bongkar ikan di salah satu tangkahan di JTD atau tepatnya di Jalan Gambolo Ujung arah laut, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan DuaEmpat Sambas.
Hal ini juga diamini oleh Eliaman Chaniago, mahasiswa dari STPK Matauli. Dirinya menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dan investigasi yang mereka lakukan, aktivitas kapal ikan yang diduga menggunakan bahan peledak tersebut bersandar bebas dan melakukan aktivitas bongkar ikan di tangkahan JTD di Jalan Gambolo Ujung arah laut, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan DuaEmpat Sambas.
“Sudah sering diberitakan oleh beberapa media dan diviralkan di media sosial. Kenapa tidak ada tindakan? Ada apa ini sebenarnya?” kata Eliaman.
Mereka meminta Kapolres DuaEmpat agar dapat menghentikan aktivitas ilegal tersebut untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Pada kesempatan yang sama, Ofdyan Sadi, seorang tokoh pemuda DuaEmpat, mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres DuaEmpat yang telah menerima kedatangan mereka dengan baik.
“Namun, jika tuntutan kami tidak ditanggapi atau tidak ada tindakan dari Polres DuaEmpat, kami akan melakukan aksi lagi. Hari ini kami datang hanya bertiga, untuk aksi berikutnya kita lihat saja nanti,” pungkasnya. (Andes)
Post Views: 15
